Selasa, 10 Mei 2016

SANG JUARA PERPUSTAKAAN TINGKAT KABUPATEN GRESIK

 
 
GRESIK (CCS) - SMP Negeri 1 Balongpanggang meraih juara perpustakaan terbaik tingkat Kabupaten Gresik tahun ini. Hadiah dan tropy diserahkan langsung Pj Bupati Gresik Dr Akmal Boedianto saat penutupan lomba dan gelar perpustakaan di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jumat (27/11). spensaba menjadi sekolah yang hebat di bidang perpustakaan. setelah mengalahkan beberapa sekolah di kabupaten Gresik.
 
Sukses sekolah ini meraih juara perpustakaan terbaik tingkat Kabupaten Gresik setelah menyisihkan 10 finalis lainnya. Selain SMPN I Balongpanggang yang meraih juara I, sekolah lain yang meraih juara adalah SMP Muhammadiyah 12 GKB (juara II), SMP Islam Mambaus Sholihin Kebomas (juara III) dan MTs NU Trate sebagai juara harapan.
 
Menurut Plt Kepala Perpustakaan Gresik Budi Raharjo penilaian lomba diawali sejak Oktober lalu. “Masing-masing kecamatan dipilih 2 sekolah SMP atau MI. Dari 32 sekolah yang mewakili 16 kecamatan disaring hingga menjadi 10 finalis untuk representasi,” katanya.
 
 Sementara itu, Pj Bupati Gresik Akmal Boedianto merasa bangga atas gebyar lomba perpustakaan tingkat SMP se-Kabupaten Gresik itu.”Saya menyampaikan terima kasih atas bantuan semua pihak terutama perusahaan yang telah membantu sehingga acara ini berjalan sukses” katanya.
 
Akmal juga berharap agar perusahaan di Gresik ikut membantu sekolah dalam pengadaan perpustakaan. “Melalui program CSR, kami berharap agar tidak hanya membantu program sosial saja, melainkan juga ikut memberikan sumbangan pada pendidikan terutama perpustakaan sekolah dan perpustakaan warga,” imbuhnya.
 
Akmal juga menambahkan, menurut catatan yang dia terima masih ada 86 desa saja yang sampai saat ini menerima bantuan buku dari perusahaan. Padahal di wilayah Gresik ada 356 desa.
 
Di akhir sambutannya, Akmal berharap agar semua perpustakaan sekolah yang ada di Gresik bisa mengikuti jejak perpustakaan SMA NU I Gresik yang telah meraih juara I nasional. “Kalau bisa perpustakaan SMP ini juga bisa meraih juara sebagai perpustakaan terbaik di tingkat nasional,” harap Akmal Boedianto

SANG FOTOGRAFI KELAS WAHID

fotografer muda ini asli prodak spensaba punya. sosok yang ceriah dalam kesehariannya. mahmudiyah yangs ering di sapa diyah. bukan hanya sosok ketua CCS yang super jempolan. tapi dia sosok fotofrafer handal. salah satu karya terbaiknya adalah saat dia menyabet gelar juara 1 lomba fotografi yang adakan komunitas mudaf beberapa waktu lalu. juara menjadi kebiasaannya. dan hampir seluruh karya jurnalistik foto di majalah spensaba adalah buah karyanya.
selain aktif di fotografi dia juga mantan ketua dega yang hebat. pramuka spensaba maju di tangannya
ini salah satu acara sebelum penyematan juara di komunitas mudah



KELOMPOK BELAJAR ALA SPENSABA

        Ingin belajar selalu menyenangkan? yuk kita buat kelompok belajar. membiasakan kelompok belajar akan membuat siswa betah untuk belajar. sebab kelompok belajar akan memotivasi mereka dalam belajar.  untuk itu ayo sobat spensaba selalu belajar dengan kelompok ya. agar kalian tidak malas belajar.
         diantara manfaatnya adalah: meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang diajarkan guru di sekolah, melatih kemampuan siswa untuk berkomunikasi dengan baik, menumbuhkembangkan rasa sosial di antara sesama siswa, mengembangkan sikap dan kerja sama dalam sebuah komunitas atau tim, Menjadi ajang saling berbagi ilmu pengetahuan. dan Mengasah kemampuan siswa untuk berdiskusi dan berdebat secara sehat.
 belajar sambil santai
 bisa belajar di alam
 belajar di kelas " kenapa tidak"
 masih sempat selfi saat belajar
 kelompok di rumah teman seru banget
 jangan berenang " tetap membaca"
 " mau berangkat kerja kelompok selfi dulu"

Senin, 09 Mei 2016

SEKOLAH KARYA CIPTA





Setelah siswa lulus sekolah sering kali mereka mengalami depresi karena tidak mendapatkan pekerjaan. Perusahaan dan instransi usaha membutuhkan para tenaga ahli di bidangnya. Sedang pendidikan di indonesia lebih menekankan pada aspek pengetahuan dibandingkan dengan life skill. Apalagi bagi siswa yang hanya lulusan SMP. Seperti siswa-siswa yang hidup di kawasan pedesaan. Jangankan menempuh jenjang universitas. Jenjang SMA saja terasa sulit bagi mereka.
Jarang sekali sekolah memberikan life skill terhadap siswa. Terlebih cipta kreatif. Persoalan inilah yang mengakibatkan siswa tidak mampu berkreasi setelah lulus dari sekolah baik tingkat SMP ataupun SMA. Apakah mencipta lapangan kerja sendiri dalam bentuk jasa ataupun usaha.
Hal inilah yang menjadi kekhawatiran para tokoh-tokoh dunia, seperti Mahatma Gandhi yang memperingatkan tentang salah satu tujuh dosa fatal, yaitu “education without character”(pendidikan tanpa karakter). Begitu pula, Dr. Martin Luther King yang pernah berkata: “Intelligence plus character….that is the goal of true education” (Kecerdasan plus karakter….itu adalah tujuan akhir dari pendidikan sebenarnya). Juga Theodore Roosevelt yang mengatakan: “To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society” (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat). Bahkan pendidikan yang menghasilkan manusia berkarakter ini telah lama didengung-dengungkan oleh pandita pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, dengan pendidikan yang berpilar kepada Cipta, Rasa dan Karsa. Bermakna bahwa pendidikan bukan sekedar memberikan pengetahuan (knowledge) tetapi juga mengasah afeksi moral sehingga menghasilkan karya bagi kepentingan ummat manusia.
Sebagaimana tujuan pendidikan nasional. Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Salah satu hal yang ingin di wujudkan dalam tujuan pendidikan nasional adalah agar siswa mampu kreatif. Hal inilah yang masih sangat jarang di miliki lulusan pendidikan di indonesia. Apalagi lulusan SMP. Siswa hanya sekedar mendapatkan pengetahuan saja tanpa bisa berkreasi dalam bentuk cipta. Begitu juga yang terjadi di SMPN 1 Balongpanggang (selanjutnya di sebut Spensaba) selama ini.
Pentingnya  kreativitas  tertera  dalam  Sistem  Pendidikan  Nasional    No  20  Tahun 2003 yang  intinya antara  lain adalah melalui pendidikan diharapkan dapat  mengembangkan  potensi  peserta  didik  agar  menjadi  manusia  yang  bertakwa,  berakhlak  mulia,  cakap,  kreatif,  juga  mandiri
Sekolah adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang berkewajiban  mengembangkan  potensi  siswa  semaksimal  mungkin  dalam  berbagai  aspek kepribadian, sehingga menjadi manusia yang mampu berdiri sendiri di dalam dan di  tengah-tengah  masyarakat.  Oleh  karena  itu  diharapkan  pendidikan  dapat menunjang pembangunan bangsa dalam arti  luas.
Di sisi lain Brand  (merek)  merupakan  salah  satu  bagian  terpenting  dari  suatu produk. Mereka dapat menjadi nilai  tambah bagi  produk, baik  itu produk yang berupa barang maupun jasa. Merek  adalah  suatu  nama,  simbol,  tanda  desain  atau  gabungan  di antanya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi, atau  persahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan  produk jasa lainnya
Brand dalam  dunia pendidikan sangat di perlukan. Sebagai bentuk identitas nilai jual bagi sekolah. Sekaligus sebagai identitas sekolah.  Brand sekolah akan menentukan arah dan tujuan sekolah itu sendiri..Karena itulah tahun ini spensaba membentuk branding sebagais  ekolah cipta

LAGU KARYA KIBOSIS SPENSABA

Selain piawai menciptakan lagu ternyata Nanda Oktavian juga bisa menciptakan lagu. salah satu lagu yang di ciptakannya di kerjakan di pulau dewata Bali karya Klipnya, ini lagunya sobat spensaba


KENANGAN SEMU

Salahs atu karya fenomenal siswa spensaba tahun 2015-2016 adalah mereka menghasilkan karya musik yang memiliki nilai tinggi. dimana melalui program PK-OSIS yang mengabungkan tiga eskul sekaligus. eskul musik, teater dan Jurnalistik membentuk proyek cipta lagu. salah satunya lagi ini. yang kini telah mencapai 2000 view

  GERAKAN 4 M WUJUDKAN INSPIRASI DUNIA EKSPOR GENERASI MUDA INDONESIA Oleh : Yusuf Aliputro, S.Pd. “Dunia tak selebar daun kelor” sebuah...