Kamis, 23 Januari 2020

PELATIHAN KADER ADIWIYATA SMPN 9 GRESIK DI PPLH SELOLIMAN

Kamis , (16 / 01 / 2020 ) Kader Adiwiyata SMPN 9 Gresik mengadakan kegiatan yang diperuntukan bagi guru dan peserta didik (Kader Lingkungn spenixg) dalam rangka pelatihan kader lingkungan dengan mengundang pemteri Pelatihan Kader Lingkungan dari PPLH Seloliman Mojokerto. Pelatihan Kader Lingkungan bagi Guru dan Siswa SMPN 9 Gresik mengambil tema “ Mewujudkan kader adiwiyata yang bertnggungjawab dalam upaya perlindungan pengelolaan pelestarian lingkungan hidup”.
Materi Pelatihan Kader Lingkungan yang diberikan adalah mengenai Pengetahuan tentang :
1. Pengertian Adiwiyata secara menyeluruh.
2. Biopori.
3. GreenHouse.
4. Bahaya Sampah.
5. Manfaat hemat Energi dan Air.
6. MOL (Mikro Organisme Lokal).
Tujuan diadakannya pelatihan tersebut adalah agar guru dan peserta didik SMPN 9 Gresik yang belum peduli akan lebih peduli dengan lingkungan yang ada di sekolah, karena dengan lebih peduli maka program Adiwiyata akan berjalan dengan baik, lingkungan akan semaikn aman, bersih dan nyaman.

Langkah pertama pembentukan 2 group, yaitu tim yes dan tim OK. Dari jam 13.00 tim Yes dan Oke terus belajar memahami cara pembuatan pupuk cair kaliendra (PHK) dan juga pupuk MOL yang diambil dari zal alam yang mudah kita dapatkan. Proses ini cukup menguras pikiran kami. Karena setelah proses ini kami harus presentasi di depan teman dan seluruh tim pelatih, guru dan seluruh peserta yang hadir.
Sesi presentasi karya menjadi momen yang tak terlupakan. Setelah 3 jam kami diajari membuat Pupuk MOL dan pupuk PHK kami harus membuat makalah, power point dna juga harus mempresentasikan karya kami. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 s.d 22.00 sangat istimewa karena di ikuti bapak kepala sekolah dan Pembina hingga tuntas. Lelah tak menghalangi kami untuk terus berproses. Karena kami tahu ini langkah awal menuju kesuksesan.
Kegiatan pelatihan kader adiwiyata tahun ini cukup spesial. Selain melakukan pelatihan berkaitan dengan adiwiyata tim duta lingkungan juga melakukan aksi menanam sejuta pohon diwilyah hutan seloliman-Trawas Mojokerto. Hal ini dilakukan sebagi bagian dari proses kecintaan pada lingkungan. Kegiatan tanam pohon ini berfungsi untuk menabung oksigen dan air. Sehingga di masa mendatang kondisi bumi tetap lestri. Kegitan ini selain di gunkan untuk memperingati hari bumi juga untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah akan pentingnya menjaga ekosistem hutan.
Setelah aksi mennam pohon di hutan, juga ada aksi mengambil sampah diarea sungai trawas. Kami bergerak mengikuti games selanjutnya. Baik tim yes dan Ok berjalan menyusuri sungai sepanjang 2 kilometer. Ini sungguh pengalaman yang luar biasa. Terpeleset, jatuh, terkilir, kami bergelimpungan terguling, terseret arus. Harus kami hadapi dengan suka cita. Sepatu hilang. Kaos kaki robek sudah biasa bagi kami demi menyelesaikan games ini, demi membangun kebersamaan.
Dan paling tak bisa tim lupakan. Kami harus makan nasi bungkus daun pisang di hutan, dengan ikan mujair dan nasi urap-urap asli daun hutan sini. Mencuci tangan dengan air dari sumber hutan, kami nikmati makan ini dnegn penuh bahgi. Bgimnpun ini berkah ciptaan Allah yang di berikan buat kami
Semoga kami bisa menjadi kader lingkungan yang mampu membantu sekolah ke level NASIONAL—amiin.

PENGIMBASAN PROGRAM MEMBUAT PUPUK HIJAU DAN PUPUK MOL

sebagai salah satu kegiatan yang terencana. seluruh kader lingkungan hari ini melakukan pengimbasan program pembuatan pupuk Hijau dan MOL setelah mereka melakukan pelatihan lingkungan hidup di PPLH Seloliman.
dalam kegiatan ini dua tim kader lingkungan melakukan penyuluhan dan praktek membuat pupuk secara baik. dengan disaksikan oleh siswa kelas 7 dan kelas 8. kedepannya di harapkan seluruh siswa mampu membuat pupuk organik secara mandiri. sehingga mengurangi pengunaan pupuk kimia yang sangat berdampak pada kerusakan lingkungan.
spenixg telah mengikrarkan sebagai sekolah berwawasan lingkungan akan senantiasa membangun budaya lingkungan di semua aspek. dan yang paling utama iyalah merubah karakter dan pola pandang siswa terhadap lingkungan.

PELATIHAN JJURNALISTIK BERWAWASAN LINGKUNGAN

CCS menjadi salah satu organisasi siswa di spenixg yang cukup di kenal. Dimana organisasi ini berdiri sejak 7 tahun lalu. pada awalnya bernama JKT. Organisasi yang mengkhususkan dibidang jurnalistik ini tetap eksis sampai sekarang sebagai media penyiaran sekolah yang produktif.
CCS membangun publikasi sekolah baik di FB, Web, IG ,Majalah dan berbagai publikasi lainnya. Menjadi salah satu organisasi yang setiap tahunnya melakukan pelatihan. Dan tahun ini pelatihan jurnalistik yang mengambil tema kepedulian lingkungan dilaksanakan di PPLH Seloliman Mojokerto
Dalam pelatihan ini berbagai tema tentang publikasi sekolah, bagaimana mendesain majalah. Dan juga membangun tulisan dari berbagai hal diajarkan secara baik. Dalam pelatihan ini mereka juga melakukan sidang redaksi untuk menelaah hasil karya mereka selama 1 bulan ini. Dari 72 halaman yang sudah mereka kerjadan dilakukan evaluasi secara berkelanjutan untuk menemukan hasil yang baik.
Dalam evaluasi ini terdapat 10 halaman yang perlu dilakukan pembenahan. Baik dari tulisan, judul, rubrik, foto yang harus di tampilkan dan juga disdain majalah. Kegiatan ini selain di ikuti seluruh tim CCS juga diikuti Pembina majalah cahaya spenixh dan Kepala sekolah SMPN 9 Gresik sampai pukul 22.00 di aula PPLH Seloliman. Setelah itu mereka melanjutkan pengeditan naskah sampai jam 23.00 di halaman vila. Ini dilakukan untuk melatih mengenal istilah deadline majalah.

SPENIXG SEKOLAH SANG JUARA

SPENIXG SEKOLAH SANG JUARA. Satu lebel khusus yang sudah dimulai sejak era kepemimpinan Pak Achwan Harianto,M.Pd dan di gebyarkan pada masa Pak H. Rupi’I,S.Pd,MM. lebel sekolah yang mungkin sebagian orang dianggap arogan, muluk-muluk, terlalu percaya diri.
Tapi fakta memang berbicara demikian. Dari masa kepemimpinan Pak Rupi’I saja selama Satu bulan menjabat setidaknya ada 6 kejuaraan yang telah masuk ke almari Spenixg. Juara 1 cipta puisi dan juara 2 LKIR dalam ajang jamboree UKS Kabupaten Gresik. Juara 1 Taekwondo tingkat Propinsi Jawa Timur, juara 4 karate Kabupaten Lamongan dan 2 kali juara drumband untuk kategori tim dan mayoret.
Menjadi juara tidak hanya di satu bidang saja. Yang biasanya di miliki beberapa sekolah. Tapi di Spenixg semua bakat siswa dapat terlayani dengan baik. Melalui eskul yang membangun mental juara mereka . Dan dengan di dengungkannya sekolah sang juara maka seluruh siswa harus membangun mental juara tidak hanya di kompetisi luaran saja, bidang akademik dan non akademik pun harus di bangun. Begitu penjelasan kepala sekolah baru-baru ini dalam apel pagi.
Menjadikan Spenixg lebih baik dari sekolah lainnya. Dna satu konsep yang harus di terapkan semua siswa dan guru adalah “ hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih hebat dari hari sekarang” terus berkembanglah Spenixg menuju persaingan global.
Dari guru, siswa dan orang tua harus bersinergi membangun masa depan siswa demi kebaikan mereka. Mendidik mereka secara utuh dan berkesinambungan baik di rumah maupun di sekolah. Menanamkan jiwa sang juara harus di tanamkan sejak dini dan di berbagai segi kehidupan. SPENIXG akan terus berkejaran prestasinya.

MENANAM UNTUK MASA DEPAN BUMI

Sebagai sekolah adiwiyata Spenixg tidak akan berhenti mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan. Baik yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat sekitar, dan juga dilaksanakan di wilyah lain. pada tahun ini siswa - siswa spenixg berkesempatan untuk menanam pohon di wilayah hutan Mojokerto.
Hutan sebagai salah satu penyuplai air terbesar di bumi Perlu di lestarikan. Ketika hutan terjaga dengan baik makan wilayah pesisir akan lebih aman dari kemungkinan bencana banjir.
Melalui sumbangsih siswa, walimurid dan seluruh guru di Spenixg berbagai program penanaman pohon di berbagai wilayah bisa dilaksanakan dengan baik. Semoga niat baik seluruh warga sekolah menjadi amalan yang baik untuk kita semua. Dan yang pasti bumi akan selalu lestari.

Selasa, 27 September 2016

SMPN 1 BALONGPANGGANG AKHIRNYA LOLOS KE JAKARTA MELALUI LPSN 2016

alhamdulillah. tahun ini akhirnya SMPN 1 Balongpanggang lolos ke nasional melalui lomba LPSN tahun 2016 yang diselengarakan kemendiknas. Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) SMP/MTs/sederajat yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan suatu ajang kompetisi karya ilmiah yang berbasis kegiatan penelitian para siswa SMP/MTs/sederajat yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

Kegiatan LPSN ini merupakan salah satu upaya mewujudkan daya saing regional seperti yang tertuang dalam tema pembangunan pendidikan RPJMN 2015-2019, mewujudkan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2025 yang berupa menghasilkan insan Indonesia cerdas dan berkarakter (insan kamil/insan paripurna), dan untuk memperkuat implementasi kurikulum 2013 yang telah dicanangkan Pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan nasional. Di samping itu kegiatan ini juga untuk memberikan ruang para siswa dalam KIR, guru dan sekolah untuk berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS).

Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan luaran dan hasil LPSN dari tahun ke tahun maka perlu diperkuat KIR sekolah dan KIR antar sekolah yang melibatkan guru pembimbing dan para pakar di bidang masing-masing.

Referensi kegiatan LPSN ini akan selalu mengacu kepada kegiatan kompetisi ilmiah remaja internasional (InternationalYouth ScienceCompetition) sebagai barometer potensi remaja Indonesia dalam bidang sains.

Agar pelaksanaan LPSN tahun 2016 sebagaimana yang dimaksudkan di atas terselenggara dengan baik, maka disusun buku petunjuk pelaksanaan yang dapat digunakan menjadi pegangan panitia, siswa, guru, dewan juri dan pihak terkait lainnya.

Senin, 26 September 2016

KOMPETISI LPSN BAGI SISWA SMPN 1 BALONGPANGGANG


Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) merupakan sarana bagi siswa untuk menyalurkan rasa keingintahuan sejak dini. Sejak dini mereka diajarkan bagaimana bertanya dan cara menemukan jawaban secara ilmiah. Demikian disampaikan Prof. Wahyuddin Latunreng juri cabang lomba Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa LPSN SMP tingkat nasional saat ditemui di Hotel Hariston, Senin (26/9).

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, akan tetapi generasi yang memiliki kecerdasaan sosial dan spiritual.

"Dari makalah yang lolos sebagian besar siswa ingin memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Ini bukti mereka memiiki kepekaan sosial," kata peneliti LIPI ini.

Saat ditanya bagaimana sistem penilaian, Wahyuddin menjelaskan bahwa bobot yang paling besar adalah orisinalitas ide gagasan. Orisinalitas yang dimaksud ide ini benar-benar muncul dari siswa itu sendiri bukan dari guru.

"Juri tidak melihat penelitian yang tinggi. Tapi penelitian yang logis dengan kemampuan siswa tingkat SMP," tambahnya.

Selain itu, sistem penilaian juri akan melihat bagaimana paham tindak lanjut dari penelitian tersebut. Sedangkan sistematika penulisan memiliki bobot yang sangat kecil. (DIKUTIP DARI http://ditpsmp.kemdikbud.go.id/pesertadidik/artikel/detail/1292/lpsn-melahirkan-generasi-yang-memiliki-kepekaan-sosial)


Prof. Wahyuddin Latunreng


Dan rasa syukur di tahunnini spensaba mendapatkan medali perak LPSN atas nama mozza zahrah jannah, vania adella margareta dan Fatimatuzuhro. Ini menjadi awal spensaba menjadi sekolah sang juara. Dan semoga berlanjut ke tahun tahun selanjutnya.

Jayalah spensaba

  GERAKAN 4 M WUJUDKAN INSPIRASI DUNIA EKSPOR GENERASI MUDA INDONESIA Oleh : Yusuf Aliputro, S.Pd. “Dunia tak selebar daun kelor” sebuah...